Cegah Banjir Berulang, Wabup Aceh Utara Tekankan Pentingnya Sinergi Pusat-Daerah Bersama Anggota DPR RI H. Ruslan M. Daud

Cegah Banjir Berulang, Wabup Aceh Utara Tekankan Pentingnya Sinergi Pusat-Daerah Bersama Anggota DPR RI H. Ruslan M. DaudYPASNEWS

ACEH UTARA — Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, menegaskan pentingnya menyatukan persepsi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga di tingkat kecamatan agar program pembangunan infrastruktur di daerah tidak mengalami hambatan.

Hal tersebut disampaikan Tarmizi Panyang saat mendampingi Kunjungan Kerja Reses Anggota DPR RI Komisi V, H. Ruslan M. Daud (HRD), di Kecamatan Pirak Timur, Matangkuli, serta Daerah Irigasi (D.I) Jamuan di Kecamatan Sawang, Selasa (3/11/2026).

“Bukan hanya di sungai tersebut, tapi pembangunan apapun baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional, hubungan yang baik dengan masyarakat dan para tokoh sangat penting,” ujar Tarmizi di sela-sela kegiatan.

Dalam peninjauan tersebut, Pemkab Aceh Utara turut menghadirkan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Ja’far, selaku pihak teknis yang memahami persoalan pengairan dan penanggulangan banjir. Kehadiran langsung dinas teknis ini dimaksudkan agar koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I dan Kementerian PUPR dapat segera ditindaklanjuti secara cepat.

Tarmizi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada H. Ruslan M. Daud yang turun langsung meninjau kondisi infrastruktur di Aceh Utara. Ia berharap Komisi V DPR RI terus mengawal upaya rehabilitasi infrastruktur pascabanjir di wilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak H. Ruslan M. Daud, apalagi beliau berada di Komisi V. Kami sangat mengharapkan perhatian dan dukungannya untuk infrastruktur sumber daya air di Aceh Utara,” pinta Tarmizi.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi V, H. Ruslan M. Daud (HRD), menjelaskan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bagian dari agenda penyerapan aspirasi serta pengawasan atau monitoring dalam rangka masa reses akhir tahun.

“Kunjungan ini difokuskan di dua titik utama, yaitu Sungai Krueng Pirak di Kecamatan Pirak Timur serta Kecamatan Matangkuli, dan Daerah Irigasi Jamuan di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara,” jelas politisi yang akrab disapa HRD tersebut.

HRD berharap pihak terkait, termasuk jajaran Kementerian PU melalui perwakilan dinas teknis, dapat mempercepat penanganan infrastruktur sumber daya air pascabencana di Aceh Utara. Menurutnya, Sungai Krueng Pirak dan D.I Jamuan merupakan urat nadi perekonomian petani sekaligus menjadi faktor penentu dalam mengantisipasi banjir tahunan yang kerap melanda kawasan tersebut.

“Kita ingin memastikan aspirasi masyarakat terkait pengendalian banjir dan perbaikan irigasi ini dapat masuk dalam program prioritas Kementerian PUPR,” pungkas HRD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *