Peringatan Hari Santri Nasional 2026: Bupati Aceh Utara Keluarkan Surat Edaran Penggunaan Busana Muslim Serba Putih

Peringatan Hari Santri Nasional 2026: Bupati Aceh Utara Keluarkan Surat Edaran Penggunaan Busana Muslim Serba PutihYPASNEWS

ACEH UTARA — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengeluarkan kebijakan khusus untuk menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026. Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayah Wa, mengimbau seluruh aparatur, lembaga, dan masyarakat untuk mengenakan pakaian muslim bernuansa putih pada hari peringatan tersebut.

Imbauan ini tertuang secara resmi dalam Surat Edaran Bupati Aceh Utara Nomor 100.3.4/1680 Tahun 2026 yang ditetapkan di Lhokseumawe pada 19 Oktober 2026.

Melalui surat edaran tersebut, ketentuan penggunaan pakaian khusus ini ditujukan kepada seluruh instansi vertikal, BUMN/BUMD, lembaga organisasi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), satuan pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan sederajat, serta lapisan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Kebijakan ini dikeluarkan untuk menyemarakkan dan menyukseskan peringatan Hari Santri Nasional, sekaligus menciptakan suasana yang khidmat, tertib, serta menumbuhkan keseragaman dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Dalam ketentuan pakaian selama jam kerja pada hari peringatan tersebut, Bupati menetapkan standar busana bagi pegawai dan masyarakat sebagai berikut:

  • Bagi Laki-laki: Mengenakan baju koko berwarna putih, sarung berwarna hitam, peci putih, serta dilengkapi kain ridak atau selendang.

  • Bagi Perempuan: Mengenakan busana muslimah berwarna putih dan jilbab putih dengan model yang menyesuaikan.

Bupati juga menginstruksikan seluruh pimpinan instansi, kepala OPD, dan satuan pendidikan agar segera menyampaikan serta menindaklanjuti edaran ini kepada seluruh pegawai dan peserta didik di lingkungan kerja masing-masing.

Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak partisipasi aktif masyarakat sehingga pelaksanaan Hari Santri Nasional 2026 di bumi Aceh Utara dapat berlangsung tertib, lancar, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan.

Lebih lanjut, peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum penting untuk menghargai kontribusi besar para santri dan lembaga pesantren dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan, persatuan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat di Serambi Mekkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *