Dorong Pelestarian Seni Terancam Punah, Haji Uma Beri Arahan Khusus untuk DKA Aceh Utara
YPASNEWS
ACEH UTARA – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman yang akrab disapa Haji Uma, memberikan perhatian serius dan arahan khusus terhadap upaya pelestarian kebudayaan di bumi Tanah Pasai. Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi strategis bersama Pemegang Mandat Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Aceh Utara, Romi Pasla, S.A.P., di Kafe Tara, Landeng, Lhoksukon, Aceh Utara, Senin (12/10).
Dalam pertemuan tersebut, Romi Pasla memaparkan secara komprehensif peta kondisi serta dinamika perkembangan seni budaya, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi oleh para pekerja seni di wilayah Aceh Utara.

Romi mengakui, salah satu faktor pembatas bagi kemajuan seni daerah selama ini adalah masih minimnya ruang kolaborasi yang terbangun secara inklusif antara insan seni dan berbagai elemen masyarakat.
“Kami menyampaikan dinamika perjalanan seni budaya di Tanah Pasai kepada Ayahanda Haji Uma. Kami menyadari bahwa selama ini seniman masih kurang berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Karena itu, dengan bimbingan dan arahan dari tokoh seniman senior seperti Beliau, DKA Aceh Utara akan segera menggelar Musda untuk memilih Ketua Definisi DKA Aceh Utara,” ujar Romi Pasla.
Menanggapi hal tersebut, H. Sudirman (Haji Uma) menekankan pentingnya peran DKA dalam menyelamatkan warisan budaya daerah yang terancam hilang, sekaligus menyoroti kriteria kepemimpinan DKA ke depan.
“Orang yang menduduki kursi Ketua Dewan Kesenian Aceh Utara memang harus sosok yang berjiwa seni dan paham tentang seni kepemimpinan. Ini penting agar jelas ke mana arah program DKA ke depan. Banyak kesenian Aceh Utara yang hampir punah, karena itu DKA ke depan harus mampu mengangkat kembali kesenian tersebut ke permukaan,” tegas Haji Uma.

Lebih lanjut, Haji Uma juga mengingatkan agar DKA Aceh Utara tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, DKA harus inovatif dalam mengelola serta mematenkan karya-karya seni lokal agar para seniman memiliki kesejahteraan yang layak.
“DKA jangan hanya tergantung dengan APBD saja, tetapi harus bisa memelihara kesenian Aceh Utara ke arah yang lebih baik dan mematenkan karya kesenian tersebut. Dengan begitu, para seniman dapat hidup layak dari hasil karyanya sendiri,” tambah Haji Uma.
Haji Uma mengapresiasi langkah aktif pengurus mandat DKA dan menyatakan kesiapannya untuk memberikan saran, masukan, serta pengawalan agar pelaksanaan Musda DKA Aceh Utara dapat segera terlaksana dengan lancar.
Atas bimbingan dan arahan strategis tersebut, Pemegang Mandat DKA Aceh Utara menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam.
“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Tgk. Haji Sudirman yang telah meluangkan waktu untuk berdiskusi, memberikan arahan bernas, serta mendukung penuh langkah-langkah pengurus DKA Aceh Utara,” pungkas Romi.



