ACEH UTARA – Aura kemegahan menyelimuti Aula Setdakab Aceh Utara pada Sabtu (02/05/2026) malam. Dalam suasana penuh khidmat, Saidul Qausar dan Mud Maina resmi dinobatkan sebagai Agam dan Inong Kabupaten Aceh Utara Tahun 2026 setelah berhasil unggul di antara deretan finalis terbaik pada malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata tersebut.
Ajang tahunan ini bukan sekadar panggung unjuk bakat, melainkan instrumen strategis Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) untuk mencetak duta daerah yang berkarakter, berwawasan luas, dan memiliki daya saing global.
Manifestasi Nilai 3B: Brain, Beauty, dan Behavior
Mewakili Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Umar Ali, S.Sos., MAP, menegaskan bahwa proses seleksi tahun ini sangat menitikberatkan pada standar kualitas 3B.
“Pemilihan Agam Inong bukan sekadar seremoni estetika fisik. Ini adalah langkah taktis untuk merekrut putra-putri terbaik yang akan menjadi wajah sekaligus suara Aceh Utara dalam mempromosikan kekayaan daerah di kancah regional, nasional, hingga internasional,” tegas Umar Ali dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia berpesan agar para duta terpilih tetap memegang teguh integritas dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Syariat Islam dan kearifan lokal. “Promosikan potensi kita ke dunia, namun pastikan langkah kalian selalu berakar pada jati diri dan marwah Bumi Pase,” tambahnya.
Optimisme Kebangkitan Wisata
Mengusung tema “Pulih Lebih Cepat, Tumbuh Lebih Kuat,” ajang tahun ini menjadi simbol kebangkitan sektor pariwisata pasca-pandemi dan tantangan global.
Plh. Kepala Disporapar Aceh Utara, Nurlaila, menyatakan bahwa para finalis telah digembleng melalui masa karantina yang ketat untuk membentuk mentalitas pemenang.
Diharapkan, Agam dan Inong terpilih dapat menjalankan tiga peran krusial:
Ujung Tombak Promosi: Mengakselerasi pengenalan seni, budaya, dan destinasi wisata unggulan ke audiens digital.
Role Model Generasi Z: Menjadi teladan dalam aksi sosial dan kontribusi pembangunan daerah.
Katalisator Ekonomi Kreatif: Membangun sinergi dengan komunitas lokal untuk menciptakan inovasi pariwisata yang berkelanjutan.
Energi Baru Bagi Pariwisata Bumi Pase
Malam puncak penobatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Aceh Utara, tokoh masyarakat, serta keluarga finalis yang menambah kehangatan suasana.
Terpilihnya Saidul Qausar dan Mud Maina membawa ekspektasi besar bagi publik. Keduanya kini mengemban amanah sebagai duta daerah yang diharapkan mampu membuktikan bahwa pemuda Aceh Utara sanggup berdiri di garis depan prestasi tanpa melepaskan akar budayanya yang luhur.
Sumber: Disporapar Aceh Utara
