Search

8 Maret 2026

|

Daerah

Sinergi Pemkab dan Pers Kawal Percepatan Pemulihan Pasca-Banjir Bumi Pase

ACEH UTARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus memacu langkah pemulihan pasca-bencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu. Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M atau yang akrab disapa Ayah Wa menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan hunian bagi warga terdampak sebelum hari raya.

Hal tersebut disampaikan Ayah Wa dalam diskusi khusus bersama Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon di Aceh Utara, Sabtu (07/03). Pertemuan ini menjadi wadah transparansi pemerintah dalam memaparkan capaian pemulihan di 25 kecamatan yang terdampak banjir.

Dalam diskusi tersebut, Ayah Wa mengungkapkan bahwa perhatian Pemerintah Pusat terhadap Aceh Utara saat ini sangat tinggi. Ia menyebut fenomena viralnya “Payung” menjadi salah satu faktor pendorong percepatan bantuan dari Jakarta.

“Hampir semua menteri dan pejabat pusat telah turun langsung untuk melihat kondisi daerah terdampak, termasuk wilayah yang sempat terisolir. Ini tidak terlepas dari viralnya ‘Payung’ di media sosial,” ujar Ayah Wa dalam nada bercanda.

Progres Hunian: Huntara Capai 82 Persen

Fokus utama sinergi ini adalah memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga, terutama tempat tinggal. Berikut adalah data terkini yang dipaparkan:

Hunian Sementara (Huntara): Dari target 4.500 unit, saat ini pembangunannya telah mencapai 82%.

Target Lebaran: Seluruh korban dengan kerusakan rumah berat ditargetkan sudah bisa menempati Huntara sebelum Idul Fitri.

Hunian Tetap (Huntap): Terdapat hampir 1.000 unit Huntap yang sedang diproses, termasuk 103 unit bantuan dari Menkopolhukam yang akan segera diresmikan.

Akselerasi Dana Stimulan dan Validasi Data

Selain pembangunan fisik, Pemkab Aceh Utara sedang merampungkan pendataan rumah kategori rusak ringan untuk penyaluran dana stimulan. Ayah Wa telah menginstruksikan para Camat dan Keuchik untuk mempercepat validasi data di lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya pendataan bagi Kepala Keluarga (KK) gantung yang rumahnya rusak berat agar tetap mendapatkan hak hunian tetap (Huntap). Begitu pula dengan rumah yang terendam lumpur lebih dari 20 cm, kini dimasukkan dalam kategori rusak ringan agar bisa mendapatkan bantuan perbaikan.

“Kami ingin memastikan semua pendataan rampung secepatnya agar bantuan dana stimulan bisa disalurkan kepada penerima sebelum Lebaran tiba,” pungkas Ayah Wa.[]