Aceh Utara – Sebanyak 17 cabang olahraga (cabor) dari Kabupaten Aceh Utara mulai mematangkan persiapan menghadapi ajang Pra-Pekan Olahraga Aceh (Pra-PORA) IV Tahun 2025. Kompetisi ini menjadi tahapan krusial sebagai pintu masuk menuju Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2026 mendatang.
Para atlet dari berbagai cabor kini menjalani latihan intensif serta seleksi internal di bawah pengawasan pelatih masing-masing. Fokus utama pembinaan diarahkan pada peningkatan kondisi fisik, pemantapan teknik, serta penguatan strategi bertanding agar mampu bersaing di tingkat provinsi.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Utara, M. Dahlan Ishak, mengatakan seluruh cabor yang terdaftar saat ini berada dalam tahap pemantapan persiapan jelang Pra-PORA.
“Kita terus memantau kesiapan tiap cabang olahraga agar bisa tampil maksimal di Pra-PORA nanti. Targetnya, Aceh Utara dapat meloloskan sebanyak mungkin atlet ke PORA 2026,” ujar Dahlan
Adapun 17 cabang olahraga yang tengah mempersiapkan diri tersebut meliputi Atletik, Petanque, Panjat Tebing, Kempo, Anggar, Bola Voli, Pencak Silat, Perbakin (Menembak), Taekwondo, Karate, Sepak Takraw, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Muaythai, Wushu, Bola Basket, dan Arung Jeram.
Sementara itu, sejumlah cabang olahraga lainnya telah lebih dulu memastikan tiket menuju PORA 2026 melalui tahapan kualifikasi sebelumnya. Cabang Panahan berhasil meloloskan 12 atlet, Dayung meloloskan 13 atlet, serta Tinju mengamankan 9 atlet untuk berlaga di ajang olahraga paling bergengsi tingkat provinsi Aceh tersebut.
Namun demikian, tidak seluruh cabang olahraga ikut ambil bagian dalam Pra-PORA IV tahun ini. KONI Aceh Utara memastikan bahwa cabang Layar dan Bermotor tidak berpartisipasi karena terkendala faktor teknis dan kesiapan.
Sejumlah pelatih dari masing-masing cabor menyatakan optimisme terhadap peluang atlet Aceh Utara. Mereka menilai semangat, disiplin, dan intensitas latihan atlet terus meningkat, terutama setelah diterbitkannya jadwal resmi Pra-PORA oleh KONI Aceh.
KONI Aceh Utara berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah terus mengalir, baik dari sisi fasilitas, anggaran, maupun pembinaan berkelanjutan, sehingga atlet Aceh Utara mampu bersaing dan meraih prestasi optimal di PORA 2026. [Adv]
