Aceh Utara | Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPM-PPKB), secara aktif menggandeng Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk mengatasi isu krisis pengasuhan anak yang berpotensi mempengaruhi tumbuh kembang generasi muda di wilayah tersebut.
Kepala DPM-PPKB Kabupaten Aceh Utara, Fuad Mukhtar, S.Sos., M.S.M., melalui Kepala Bidang Keluarga Berencana, dan Keluarga Sejahtera, Muhamad Azhar, menekankan bahwa pembangunan keluarga berkualitas membutuhkan keterlibatan penuh dari kedua orang tua, dan figur ayah memiliki peran krusial yang tidak bisa digantikan.
Pentingnya Keterlibatan Ayah (Ayah Teladan) Gerakan Ayah Teladan bertujuan mengedukasi masyarakat tentang peran multifungsi ayah dalam keluarga, yang meliputi
“Pendampingan Tumbuh Kembang Ayah yang hadir dan terlibat aktif akan meningkatkan rasa percaya diri, kesejahteraan emosional, dan kemampuan sosial anak. Penelitian menunjukkan, anak dengan keterlibatan ayah yang tinggi cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik.” Jelasnya
Menciptakan Keluarga Harmonis Keterlibatan ayah secara setara dalam pengasuhan mengurangi beban ibu dan memperkuat ikatan suami-istri, yang merupakan pondasi penting bagi kesehatan mental seluruh anggota keluarga.
Pencegahan krisis pengasuhan krisis pengasuhan, seperti kurangnya perhatian emosional dan pendidikan karakter, seringkali terjadi saat peran ayah hanya dimaknai sebagai pencari nafkah. Gerakan ini mendorong ayah untuk menjadi teladan moral, pendengar yang baik, dan teman bermain bagi anak-anak.
DPM-PPKB dan Peran Mitra Pembangunan Keluarga, Sebagai dinas yang bertanggung jawab atas urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana, DPM-PPKB Aceh Utara menjadikan GATI sebagai bagian integral dari program ketahanan keluarga di bawah naungan BKKBN.
“Kami tidak hanya fokus pada program Keluarga Berencana saja, tetapi juga pada bagaimana menciptakan keluarga yang berkualitas secara menyeluruh. Kualitas berawal dari peran aktif orang tua, terutama ayah. Kami akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari Penyuluh KB, Tokoh Masyarakat, hingga lembaga pendidikan, untuk mensosialisasikan pentingnya Ayah Teladan hingga ke tingkat gampong (desa),” ujar Azhar.
Mitra utama DPM-PPKB dalam menyukseskan gerakan ini meliputi Penyuluh KB (Keluarga Berencana) Mereka adalah ujung tombak yang akan memberikan edukasi langsung dan pendampingan di tingkat desa.
Pemerintah Gampong (Desa) Diperlukan dukungan perangkat desa untuk mengintegrasikan program Ayah Teladan dalam kegiatan PKK dan program kemasyarakatan lainnya.
Lembaga Pendidikan Sekolah dapat menjadi mitra untuk mendorong Gerakan Mengantar Anak Sekolah Serentak atau kegiatan ‘Sekolah Bersama Ayah’ untuk meningkatkan ikatan emosional.
Organisasi Kemasyarakatan Sinergi dengan organisasi pemuda dan adat akan memastikan pesan ini dapat diterima sesuai dengan kearifan lokal Aceh.
DPM-PPKB Aceh Utara mengajak seluruh masyarakat, khususnya para ayah, untuk merenungkan dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pengasuhan.
“Jadilah Ayah yang hadir sepenuhnya. Bukan hanya hadir secara fisik, tapi juga secara mental dan emosional. Masa depan generasi Aceh Utara ada di tangan kita, para orang tua. Mari kita sukseskan Gerakan Ayah Teladan demi menciptakan keluarga yang sehat, kuat, dan berkarakter mulia,” tutup Azhar.[Adv]
