ACEH UTARA | Suasana haru menyelimuti pelantikan 8.094 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Aceh Utara, Kamis (05/02/2026).
Ribuan tenaga honorer kini resmi mengantongi SK pengangkatan berkat kebijakan berani Bupati Aceh Utara, Ismail A. Djalil, SE (Ayahwa).
Kado Terima Kasih dari Guru Honorer
Di tengah kerumunan, Muhazir, S.Pd.I, seorang guru honorer SMPN 1 Seunuddon sekaligus jurnalis, menyerahkan cinderamata khusus kepada Ayahwa. Bingkai tersebut berisi dokumentasi pemberitaan saat bupati terjun ke lokasi banjir dan mendampingi Menteri Kemendikdasmen di SMAN 2 Seunuddon.
“Ini bentuk apresiasi kami. Ayahwa memimpin dengan mata hati. Beliau berani memperjuangkan nasib 8.000 lebih honorer hingga tembus ke BKN. Ini sejarah bagi Aceh Utara,” ujar Muhazir penuh emosi.
Apresiasi Atas “Pemutihan” Massal
Kebijakan ini menuai pujian publik. Langkah Ayahwa mengajukan nama-nama honorer secara masif ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dianggap sebagai prestasi kepemimpinan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Aceh Utara.
Meski berstatus paruh waktu, kepastian status ini menjadi oase bagi mereka yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun.
Bukan Soal Gaji, Tapi Pengabdian
Menanggapi besaran gaji di SK, Muhazir mewakili rekan-rekannya mengaku tidak mempersoalkannya. Fokus utama mereka adalah legalitas dan kesempatan untuk terus mengabdi.
“Banyak teman-teman yang sudah tua dan puluhan kali gagal tes CPNS atau PPPK penuh waktu. SK ini adalah jawaban atas doa-doa kami. Kami berharap ke depan kinerja kami semakin maksimal, dan semoga ada jalan untuk naik kelas menjadi PPPK penuh waktu,” tutupnya.
