Aceh Utara – Yayasan Ketangguhan Komunitas Aceh Indonesia (AICRF), sebuah lembaga kemanusiaan yang seluruh personelnya merupakan alumni Save the Children, terjun langsung memfasilitasi kebutuhan air bersih bagi warga terdampak bencana di Desa Matang Baroh, Kecamatan Lapang, Aceh Utara.
Kolaborasi antara AICRF dan perangkat desa setempat ini berhasil menyediakan akses air bersih bagi 80 Kepala Keluarga (KK) dari total 307 KK yang saat ini bertahan di titik pengungsian.
Keahlian Profesional untuk Aksi Cepat
Relawan AICRF, Endang Tirtana, menjelaskan bahwa latar belakang personel AICRF sebagai mantan staf organisasi internasional Save the Children memberikan keunggulan dalam pemetaan kebutuhan dan eksekusi di lapangan.
“Kami menerapkan standar respons kemanusiaan yang cepat dan terukur. Fokus kami adalah memastikan warga tidak hanya mendapatkan air, tapi mendapatkan akses yang berkelanjutan karena sumber air utama (PDAM) lumpuh total,” tegas Endang.
Skema Gotong Royong dan Dukungan Infrastruktur AICRF menggerakkan partisipasi aktif warga untuk membersihkan sumur-sumur warga yang tercemar, sementara yayasan menyediakan dukungan logistik teknis berupa:
Instalasi pipa PVC dan mesin pompa air elektrik. Penyediaan tandon (tangki penampungan) di titik strategis. Konstruksi penyangga dan material pendukung lainnya.
Memulihkan Harapan Warga
Ketiadaan akses air bersih pascabencana sempat menjadi ancaman serius bagi kesehatan pengungsi. Salah seorang warga menuturkan bahwa bantuan ini adalah jawaban atas kesulitan yang mereka alami selama berminggu-minggu.
“Sangat membantu dan memudahkan kami. Setelah sumber air PDAM mati, kami kebingungan mencari air bersih. Dengan adanya tandon dari AICRF ini, kami tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk kebutuhan memasak dan mencuci,” ujarnya.
Hadirnya AICRF di Desa Matang Baroh membuktikan bahwa sinergi antara alumni lembaga kemanusiaan internasional dengan kearifan lokal dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat pascabencana di Aceh.[]
