Search

17 Februari 2026

|

Adventorial

Estafet Putri Aceh Utara Amankan Tiket PORA 2026, Empat Sprinter Muda Siap Menggebrak Aceh Jaya

Aceh Utara – Cabang atletik Aceh Utara kembali menegaskan eksistensinya di level provinsi. Tim lari estafet 4 x 100 meter putri Aceh Utara berhasil mengamankan tiket ke Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2026 yang akan digelar di Aceh Jaya. Kepastian itu diraih setelah tampil kompetitif dalam ajang seleksi Pra PORA yang berlangsung di Banda Aceh.

Empat sprinter muda Aceh Utara, yakni Miftahul Rehan Nadia, Quratul Ayun, Nazia Muntaza, dan Novia Sabrina, tampil solid dan penuh determinasi sejak babak penyisihan hingga penentuan. Kekompakan pergantian tongkat serta konsistensi kecepatan menjadi kunci keberhasilan mereka menembus batas kelolosan yang ditetapkan panitia seleksi.

Ajang Pra PORA atletik tersebut digelar di Banda Aceh dan diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Persaingan pada nomor estafet 4 x 100 meter putri terbilang ketat, mengingat nomor ini menjadi salah satu andalan banyak daerah. Namun, tim Aceh Utara mampu menjaga fokus dan tampil tanpa kesalahan berarti.

Ketua Umum KONI Aceh Utara, Maklan, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian para atlet putri tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari latihan panjang, disiplin, serta pembinaan berjenjang yang terus diperkuat dalam beberapa tahun terakhir.

“Alhamdulillah, ini hasil yang patut kita syukuri. Atlet-atlet kita tampil penuh semangat dan menunjukkan kualitasnya. Lolosnya tim estafet putri ke PORA 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan atletik Aceh Utara berjalan ke arah yang benar,” kata Maklan, usai menerima laporan hasil Pra PORA.

Maklan menegaskan, KONI Aceh Utara tidak ingin capaian ini berhenti sebatas kelolosan. Ia berharap para atlet dapat terus meningkatkan performa, menjaga kondisi fisik, serta mematangkan teknik jelang PORA 2026 nanti.

“Kita berharap mereka bisa tampil prima di PORA nanti dan benar-benar membawa nama harum Aceh Utara. Persaingan di PORA tentu lebih berat, sehingga persiapan harus lebih matang, baik dari sisi fisik, mental, maupun strategi lomba,” ujarnya.

Lebih lanjut, Maklan menyebutkan bahwa nomor estafet memiliki tantangan tersendiri karena menuntut kekompakan tim, bukan hanya kecepatan individu. Oleh sebab itu, ia meminta pelatih untuk terus memoles koordinasi pergantian tongkat agar lebih efisien dan minim risiko.

Keberhasilan tim estafet putri ini menambah daftar cabang dan nomor yang telah memastikan tiket PORA 2026 dari Aceh Utara. Sebelumnya, sejumlah atlet dari nomor sprint, lempar, dan cabang atletik lainnya juga telah mengamankan kelolosan melalui Pra PORA.

Salah satu atlet, Miftahul Rehan Nadia, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih timnya. Ia mengatakan perjuangan mereka tidak mudah, mengingat waktu persiapan yang terbatas serta ketatnya persaingan antar daerah.

“Kami berusaha fokus sejak start sampai finis. Target utama kami memang lolos PORA, dan alhamdulillah tercapai. Ke depan, kami ingin tampil lebih baik lagi,” ujarnya singkat.

Senada, Quratul Ayun menambahkan bahwa kekompakan tim menjadi kekuatan utama mereka. “Estafet itu soal kerja sama. Kami saling percaya satu sama lain,” katanya.

Dengan lolosnya tim estafet 4 x 100 meter putri ini, harapan publik olahraga Aceh Utara pun kian besar. Atletik kembali menjadi cabang unggulan yang diharapkan mampu menyumbang prestasi dan medali pada PORA 2026 Aceh Jaya mendatang.[Adv]