Search

3 Januari 2026

|

Adventorial

18 Petarung Muaythai Aceh Utara Lolos ke PORA 2026, KONI Beri Apresiasi

Foto: Para Kontingen MuayThai dari berbagai kabupaten kota

Aceh Utara – Gelombang kabar baik kembali mengalir dari arena Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) 2025. Setelah sejumlah cabang olahraga memastikan tiket menuju PORA 2026, kini giliran Muaythai yang menjadi sorotan. Sebanyak 18 atlet Muaythai Aceh Utara resmi mengamankan tempat di ajang olahraga tertinggi tingkat provinsi itu, yang akan digelar di Kabupaten Aceh Jaya pada 2026 mendatang.

Capaian tersebut dipastikan usai para atlet melewati rangkaian pertandingan ketat di Gedung Olahraga KONI Aceh, sejak 17–23 November 2025. Dari 20 atlet yang dikirim, 18 di antaranya berhasil melaju ke putaran final PORA. Persentase kelolosan yang mencapai 90 persen ini menjadi sinyal kuat bahwa pembinaan Muaythai Aceh Utara berada pada jalur yang tepat.

Ketua KONI Aceh Utara, M. Dahlan Ishak, yang akrab disapa Maklan, memberi apresiasi terhadap capaian tersebut. Maklan menyebut capaian ini bukan hanya hasil kerja keras para atlet, tetapi juga buah dari komitmen bersama antara pelatih, pengurus cabang, dan dukungan penuh pemerintah daerah.

“Ini bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara berjenjang, terencana, dan konsisten dapat menghasilkan prestasi. Anak-anak ini sudah bekerja keras, dan hari ini mereka membuktikan hasilnya,” ujarnya.

Dalam catatan panitia Pra PORA, Aceh Utara tampil kompetitif di berbagai kelas tanding, baik putra maupun putri. Berikut daftar atlet yang memastikan tiket menuju PORA 2026:

Kategori U-18 Putri

1. 43 kg: Rianda Aulia
2. 48 kg: Intan Putriana

Kategori U-23 Putra
3. 45 kg: Maulana Zikri
4. 48 kg: Maulana Mandum
5. 51 kg: Muhammad Hafis

Kategori U-23 Putri
6. 43 kg: Badratun Nafis
7. 45 kg: Dinatun Nufus

Kategori Senior Putra
8. 51 kg: Fahril Aulia
9. 54 kg: Faisal Hadi
10. 63 kg: M. Sabari

Kategori Senior Putri
11. 45 kg: Anni Safira
12. 51 kg: Izza Muzayana
13. 54 kg: Cut Nazila Alsyafika
14. 57 kg: Nurainsyah
15. 60 kg: Molida Sukma

Kategori Seni Bela Diri
16. Waikru Putri: Usful Roza
17. Muaiboran Putri: Mauliza Sukma
18. Annisa

Maklan menyebut keberhasilan di berbagai kelas ini menunjukkan kedalaman kualitas atlet Muaythai Aceh Utara. “Kita tidak hanya mengandalkan satu atau dua kelas. Hampir semua nomor yang kita ikuti memberikan hasil maksimal. Ini capaian luar biasa,” ujarnya.

Menurut Maklan, keberhasilan ini tidak datang tiba-tiba. Program pembinaan Muaythai sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir, termasuk pemantapan fisik, latihan teknik intensif, serta keikutsertaan dalam berbagai ajang uji tanding. KONI Aceh Utara juga mendorong setiap cabang untuk membangun atmosfer kompetitif dan memperluas rekrutmen atlet muda dari gampong-gampong dan sekolah.

“Setiap cabang kita dorong untuk tidak hanya berlatih rutin, tetapi juga punya sistem regenerasi yang jelas. Atlet-atlet ini hasil dari sistem itu. Mereka disiplin, rendah hati, dan siap ditempa,” kata Maklan.

Pelatih Muaythai Aceh Utara, Faisal juga mengungkapkan bahwa kesungguhan atlet mengikuti program latihan menjadi faktor penentu. Rata-rata atlet menjalani latihan setiap hari, termasuk penguatan fisik, teknik tarung, dan strategi tanding menghadapi lawan-lawan.

Dengan 18 tiket di tangan, Muaythai menjadi salah satu cabang yang menyumbang kontingen terbesar bagi Aceh Utara menuju PORA 2026. KONI menargetkan cabang ini menjadi salah satu penyumbang medali emas di Aceh Jaya kelak.

Untuk itu, KONI Aceh Utara berkomitmen meningkatkan kualitas pemusatan latihan, “Kita tidak ingin hanya berpartisipasi. Kita ingin bertarung dengan peluang besar. Aceh Utara harus hadir sebagai daerah dengan tradisi olahraga yang kuat,” kata Maklan.

Selain itu, KONI juga mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk mendukung para atlet. Maklan menegaskan bahwa ke depan, Aceh Utara harus memperluas ruang tumbuh bagi atlet-atlet muda.

Maklan menyampaikan bahwa dukungan masyarakat sangat penting. Atlet-atlet muda ini, katanya, bukan sekadar wakil daerah di arena olahraga, tetapi juga representasi semangat Aceh Utara yang pantang menyerah dan terus bergerak maju.

“Kami berharap masyarakat Aceh Utara terus memberi semangat. Ini perjuangan bersama. Atlet kita berangkat membawa nama daerah, dan mereka layak mendapat dukungan penuh,” tutup Maklan.[Adv]