Search

19 Januari 2026

|

Adventorial

Fuad Mukhtar: Pemanfaatan GENTING dan Pangan Lokal Jadi Langkah Kunci Penurunan Stunting di Aceh Utara

Foto: Kepala DPMPPKB Aceh Utara, Fuad Mukhtar, S.Sos., M.S.M.,

Aceh Utara | Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus memperkuat strategi percepatan penurunan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal, perluasan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), serta pengembangan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di seluruh kecamatan.

Salah satu wilayah yang kini semakin aktif menjalankan intervensi adalah Kecamatan Meurah Mulia, yang baru-baru ini mulai mengoperasikan Dapur Dashat di tujuh gampong: Gampong Reudeup, Rangkileh, Teumpok Teungku, Drieng Puntong, Pulo Drien Beukah, dan Paya Bili. Kehadiran dapur komunitas ini memperkuat upaya pemberdayaan gizi keluarga melalui bahan pangan lokal yang mudah didapat, murah, dan bernilai gizi tinggi.

Dashat dan GENTING Jadi Pusat Edukasi Gizi

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMPPKB) Aceh Utara, Fuad Mukhtar, menyampaikan bahwa program GENTING dan Dashat berperan penting sebagai pusat edukasi gizi, dapur komunitas, sekaligus ruang intervensi bagi keluarga berisiko stunting.

“Kekuatan Dashat ada pada pemanfaatan sumber daya lokal yang mudah didapat dan terjangkau. Ini bukan hanya meningkatkan gizi keluarga, tapi juga menggerakkan ekonomi gampong,” ujar Fuad.

Program ini menyasar calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, baduta, dan balita, dengan tujuan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pola makan sehat, kebersihan lingkungan, hingga pentingnya sanitasi.

Peran Penyuluh KB dan TPK: Garda Terdepan di Lapangan

Ketua Ikatan Penyuluh KB Indonesia (IPeKB) Cabang Aceh Utara, Marliah, menegaskan komitmen penyuluh KB yang bertugas di 27 kecamatan untuk terus memperluas edukasi dan pendampingan langsung kepada keluarga berisiko stunting.

“Penyuluh dan TPK adalah garda terdepan. Mereka memastikan setiap ibu hamil, ibu nifas, dan baduta mendapat perhatian layak, mulai dari edukasi, pemantauan hingga dukungan gizi,” tegasnya.

Di Meurah Mulia, pendampingan yang melibatkan TPK dan kader desa diikuti oleh puluhan peserta dari tujuh gampong. Fokus pendampingan meliputi:

Empat Fokus Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting

Peningkatan Pengetahuan Ibu
Edukasi tentang kesehatan kehamilan, masa nifas, serta perawatan bayi usia di bawah dua tahun.

Pemantauan Kesehatan
Pemeriksaan rutin untuk deteksi dini risiko kesehatan ibu dan bayi sehingga penanganan dapat dilakukan cepat.

Penguatan Gizi Keluarga
Panduan konsumsi gizi seimbang berbasis pangan lokal yang mudah dijangkau masyarakat.

Dukungan Emosional dan Sosial
Pendampingan terhadap keluarga dalam menghadapi masa kehamilan hingga awal tumbuh kembang anak.

Marliah menambahkan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja keras TPK yang aktif melakukan advokasi, menjalin kolaborasi, serta mengajak ibu hamil dan ibu nifas berpartisipasi dalam setiap sesi pendampingan. “Antusiasme peserta sangat baik. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.

Dampak Positif bagi Kesejahteraan Keluarga

Setelah mengikuti rangkaian pendampingan, para ibu mengaku memperoleh pemahaman lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Edukasi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas hidup keluarga dan mencegah terjadinya stunting.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memastikan bahwa perluasan Dashat dan penguatan GENTING akan terus dilakukan, terutama di gampong yang memiliki kategori keluarga berisiko tinggi.

“Upaya menurunkan stunting bukan hanya tugas sektor kesehatan, tetapi gerakan bersama lintas sektor dari gampong hingga kabupaten,” tutup Fuad Mukhtar.[Adv]