Aceh Utara | Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMPPKB) siap dalam menyukseskan lima program unggulan “Quick Win” yang dicanangkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN).
Kelima program ini kata Kepala DPMPPKB Aceh Utara, Fuad Mukhtar, S.Sos., M.S.M., merupakan langkah strategis dan akseleratif dalam mewujudkan cita-cita nasional menuju Indonesia Emas 2045 melalui penguatan ketahanan keluarga, pencegahan stunting, perlindungan anak, pemberdayaan lansia, serta peningkatan kualitas peran ayah dalam keluarga.
“DPMPPKB Aceh Utara siap dalam pelaksanaan Quick Win yang telah dirumuskan Kementerian Dalam Negeri dan BKKBN. Kami sudah melakukan serangkaian koordinasi lintas sektor, konsolidasi internal, serta pemetaan potensi desa dan kecamatan untuk memastikan program ini berjalan efektif dan menyentuh sasaran,” ujar Fuad, Jumat (22/8/2025) di Lhoksukon.
Fuad menjelaskan, program Quick Win merupakan respons cepat dan konkret dari pemerintah pusat untuk menjawab berbagai tantangan demografis dan sosial yang dihadapi bangsa saat ini. Mulai dari ancaman stunting, meningkatnya angka lansia tanpa pendampingan, hingga fenomena fatherless atau kurangnya peran ayah dalam rumah tangga.
Program Quick Win merupakan inisiatif Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN dalam rangka merealisasikan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. Kelima program ini dirancang untuk menjawab isu-isu prioritas pembangunan keluarga di Indonesia.
Berikut kelima program Quick Win:
1. Taman Asuh Anak (TAA) Berkualitas.
Program ini bertujuan menyediakan ruang tumbuh dan belajar bagi anak usia dini dengan pendekatan komprehensif dan profesional. TAA akan menyediakan Pengasuh tersertifikasi,Psikolog anak, Dokter spesialis anak.
DPMPPKB Aceh Utara telah memetakan sejumlah desa yang berpotensi dijadikan lokasi pilot project TAA. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak mendapatkan perawatan dan pendidikan usia dini terbaik yang berbasis pada prinsip *child development,” kata Azhar.
Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting)
Stunting masih menjadi tantangan besar di Aceh Utara. Karena itu, Genting menjadi salah satu prioritas utama. Program ini menggalang dukungan masyarakat mampu untuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga yang rentan mengalami stunting.Gerakan ini tidak hanya sebatas memberi bantuan makanan, tetapi juga mengedukasi keluarga tentang gizi, pola asuh, dan akses layanan kesehatan.
“Kami ingin menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama di tengah masyarakat. Stunting bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga panggilan moral bersama,” tegas Fuad.
3. Gerakan Ayah Teladan (GATE)
Fenomena fatherless dimana ayah hadir secara fisik tetapi absen secara emosional dan psikologis menjadi perhatian serius BKKBN. Program GATE hadir untuk mengembalikan peran ayah dalam keluarga sebagai pelindung, pembimbing, dan teladan utama anak.
Melalui GATE, DPMPPKB Aceh Utara akan menggelar Penyuluhan ayah teladan, Konseling pranikah dan pasca nikah, Kampanye peran ayah dalam parenting.
“Keluarga kuat dimulai dari ayah yang hadir dan aktif. Ini bukan hanya slogan, tapi kenyataan yang akan kami dorong melalui GATE,” ujar Fuad.
4. AI-SuperApps untuk Kesejahteraan Keluarga
Di tengah pesatnya era digital, kebutuhan masyarakat akan akses informasi dan layanan yang cepat serta mudah semakin meningkat. Menjawab tantangan ini, Kemendukbangga/BKKBN meluncurkan SuperApps berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menyediakan basis data yang lebih presisi dan efisien bagi pengambilan kebijakan.
Aplikasi pintar ini akan menggabungkan beragam layanan keluarga dalam satu platform, mulai dari konsultasi kesehatan reproduksi, pemantauan tumbuh kembang anak, dukungan bagi lansia, hingga pendataan keluarga. Dengan konsep terintegrasi dan ramah pengguna, masyarakat bisa mengakses kebutuhan informasi dan layanan keluarga hanya melalui satu aplikasi.
Beberapa fitur utama yang ditawarkan antara lain: Konsultasi dengan psikolog anak, Layanan konselor laktasi dan dokter anak, Solusi privat untuk berbagai persoalan keluarga, Edukasi gizi dan pola pengasuhan.
“Kami ingin mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi untuk membangun keluarga yang sehat dan bahagia,” ujar Fuad. Nantinya, aplikasi ini akan diperkenalkan lebih luas melalui kader KB, Posyandu, serta jejaring media sosial DPMPPKB.
5. Lansia Berdaya
Di tengah peningkatan jumlah lansia, DPMPPKB Aceh Utara menghadirkan program “Lansia Berdaya” yang menekankan pelayanan home care berbasis komunitas.
Melalui kader bina keluarga lansia (BKL), lansia yang tidak memiliki pendamping keluarga akan mendapatkan: Perawatan dasar di rumah, Pemeriksaan kesehatan rutin, Kegiatan sosial dan spiritual, Pendampingan psikologis.
“Kami ingin membangun budaya masyarakat yang lebih menghargai lansia dan memberikan perhatian yang layak. Lansia adalah pilar sejarah yang harus dijaga martabatnya,” jelas Fuad..
Untuk memastikan kelima program Quick Win berjalan optimal, DPMPPKB Aceh Utara meningkatkan koordinasi di tingkat kabupaten hingga desa. Program ini melibatkan: Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, PKK, Kader Posyandu, Penyuluh KB, Pemerintah Gampong
“Sinergi lintas sektor menjadi kunci sukses. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua elemen harus bergerak bersama,” ujar Fuad.
Kelima program Quick Win yang digagas BKKBN sejatinya merupakan batu loncatan menuju Indonesia yang kuat secara demografis, sehat secara fisik, dan tangguh secara sosial.
DPMPPKB Aceh Utara menargetkan dalam enam bulan kedepan, seluruh pilot project dari program ini dapat dijalankan secara bertahap dan terukur. Evaluasi berkala juga akan dilakukan untuk menyempurnakan pelaksanaannya.
“Kami sangat yakin, dengan niat baik dan kerja kolaboratif, program ini tidak hanya menjadi Quick Win, tapi juga Long-Term Success untuk keluarga di Aceh Utara,” pungkas Fuad.[]
