Aceh Utara | Bupati H. Ismail A Jalil, dengan langkah pasti, menyambangi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) pada Rabu sore (26/3/2025), membawa bukan hanya sekadar bantuan, namun juga pengakuan atas dedikasi tanpa lelah mereka.
Di tengah hiruk pikuk aktivitas dan tumpukan sampah yang menggunung hingga 250 ton setiap harinya, secercah harapan menghampiri para pahlawan kebersihan Kabupaten Aceh Utara.
Wajah-wajah letih yang setiap hari berjibaku dengan aroma tak sedap dan tantangan medan yang berat, mendadak berbinar. Bantuan sembako yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati menjadi penanda bahwa jerih payah mereka tidaklah luput dari perhatian.
Lebih dari sekadar beras, sirup, gula, dan minyak, bantuan ini adalah simbol penghargaan, sebuah suntikan semangat di tengah keterbatasan fasilitas dan tekanan pekerjaan.
“Kami sangat senang, Pak! Ini seperti pase di tengah gurun,” ungkap salah seorang petugas kebersihan dengan mata berkaca-kaca, menggambarkan betapa berartinya perhatian ini bagi mereka.
Rasa syukur semakin membuncah mengingat perjuangan mereka mendapatkan bantuan serupa di tahun sebelumnya, berkat rekomendasi dari Pj Bupati. Kini, rekomendasi dari Bupati Ismail A Jalil kembali membuka jalan, menunjukkan kesinambungan dukungan pemerintah daerah.

Di aula DLHK kabupaten Aceh Utara 26/03/25
Namun, bukan hanya bantuan sesaat yang menjadi sorotan. Bupati Ismail A Jalil juga membawa kabar baik mengenai masa depan pengelolaan sampah di Aceh Utara.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dikabarkan telah memberikan sinyal positif terkait pengadaan alat pengolahan sampah. Jika rencana ini terealisasi, bukan hanya masalah gunungan sampah yang perlahan terurai, namun juga potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akan semakin memperkuat kemandirian kabupaten.
Kepala DLHK Aceh Utara memaparkan betapa krusialnya pengadaan alat ini. Dengan armada yang terbatas, hanya 25 unit (dan satu sedang rusak), mereka harus berjibaku melayani wilayah yang luas, dari Langkahan hingga Labu. “Bayangkan, 250 ton sampah setiap hari! Kami berusaha maksimal, tapi seringkali kewalahan,” ujarnya, menggambarkan betapa mendesaknya solusi jangka panjang.
Kabar mengenai potensi alat pengolah sampah ini bagaikan angin segar, memberikan harapan baru bagi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan efisien. Kecamatan-kecamatan seperti Blang Jrueng, Lhoksukon, Paton, Labu, dan Kreung yang selama ini menjadi titik sentral permasalahan sampah, diharapkan akan merasakan dampak positifnya secara signifikan.
Kunjungan Bupati Ismail A Jalil bukan hanya tentang penyerahan sembako. Lebih dari itu, ini adalah momentum yang membangkitkan semangat para pejuang lingkungan, memberikan harapan akan masa depan pengelolaan sampah yang lebih baik, dan menegaskan bahwa suara serta kesejahteraan mereka didengar oleh pemerintah daerah. Di balik tumpukan sampah, tersembunyi kisah dedikasi dan harapan, yang kini mulai menemukan titik terangnya.[]